Kamis, 10 Maret 2016

HELLO 2016!

Hai! Long time no see, guys! Sorry for lack of update this blog. Hari ini saya kembali, ya masih sama dengan Mey Diana Sari yang dulu. Gadis yang terus belajar mencintai proses yang terkadang sakit. Tapi percaya bahwa hasil dari proses itu akan indah dan manis. 

Satu tahun lebih sudah berlalu dari terakhir postingan saya di blog ini, bukan karena saya sangat menikmati hidup saya sehingga saya lupa berbagi, ya tapi ada beberapa hal yang harus saya kerjakan sehingga saya tidak ada waktu untuk membagikannya di blog ini. 

Selama satu tahun lebih penyertaan Tuhan begitu sempurna. Banyak hal yang Tuhan singkapkan, banyak kegagalan, banyak suka dan duka yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. 

Tapi.. ketika dalam kesesakan saya hanya percaya janji Tuhan Ya & Amen. Minggu belakangan ini adalah minggu yang berat untuk sayam kenapa? Akan saya ceritakan di postingan saya berikutnya. 

Selama masa-masa sulit ini saya hanya terus menyanyikan lagu ini. 


Waktu Tuhan 
Maria Shandi

Waktu Tuhan bukan waktu kita
Jangan sesali keadaannya
Untuk semua pada waktu Tuhan
Tetap setia mengandalkanNya

Segala yang terjadi dihidupku
Janji Tuhan menghidupiku slalu
Kuyakin percaya ada waktunya Tuhan
Semuakan indah pada waktunya

Waktu Tuhan bukan waktu kita
Jangan sesali keadaannya
Untuk semua pada waktu Tuhan
Tetap setia mengandalkanNya

Segala yang terjadi dihidupku
Janji Tuhan menghidupiku slalu
Kuyakin percaya ada waktunya Tuhan
Semuakan indah pada waktunya

Apapun masalah kita saat ini, percaya bahwa waktuNya tidak pernah terlambat dan semua akan indah pada waktunya. 


Kamis, 18 September 2014

MEREKA ADALAH PERMATA-PERMATA SORGA

Begitu banyak pelayanan yang ada di gereja saya namun tahun 2008 saya memilih untuk menjadi seorang guru sekolah minggu. Mengapa? Karena waktu saya duduk menjadi murid sekolah minggu, ada satu pribadi “kakak” yang menginspirasi saya di gereja saya dulu, karena kakak itu saya jadi belajar untuk berani tampil di depan, berani berkreasi, berani bergaul dengan orang lain, berani belajar untuk mengasihi orang lain lebih dari diri saya sendiri, belajar berdoa dengan rajin, belajar memberikan waktu bagi murid-murid sekolah minggunya.

Sejak itu, saya juga diteguhkan lewat mimpi banyak sekali anak-anak kecil dengan pakaian sobek dan jelek sekali muka-muka mereka berteriak meminta tolong, menangis dan sebagainya. Itu membuat saya terpanggil menjadi seorang guru sekolah minggu. Awalnya saya kira mudah menjadi seorang guru, namun... kreativitas guru, waktu seorang guru, kesetiaan seorang guru bahkan teladan seorang guru itu sangat dilihat oleh murid-muridnya.

Jatuh bangun, semangat, malas, jenuh sempat saya lewati, beberapa kali merasa jenuh dengan pelayanan ini ingin mencoba pelayanan yang baru tapi berulang kali juga Tuhan memanggil dan meneguhkan saya entah itu lewat FirmanNya ataupun lewat hambaNya langsung. Pernah satu kali saya merasa sangat jenuh dengan pelayanan ini saya harus bangun pagi setiap hari minggu dimana senin-sabtu saya sudah banyak aktivitas yang saya jalani, setiap minggu saya harus bangun pagi untuk ngajar sekolah minggu dan setelah itu jam 10 baru ibadah umum. Tapi saat itu juga Tuhan bicara lewat hambaNya, ketika saya mau menghadap leader saya untuk berhenti melayani saat itu juga ada pesan yang begitu kencang dan membuat saya tercengang dimana leader saya berkata jangan sampai ketika Tuhan datang kita sedang tidak mengerjakan pekerjaan Tuhan dan kita sedang bersantai-santai atau bahkan kita tidak di ladangnya Tuhan.

Saat itu saya memutuskan untuk meminta maaf sama Tuhan karena niat saya yang ingin mengundurkan diri dari pelayanan saya, haaaaa.......

Padahal dibalik itu, saya banyak hal sekali ketika mengajar anak-anak, belajar hal-hal baru dari dunia mereka, saya dibawa kembali ke masa lalu saya dimana hidup saya sangat ditolong dengan kehadirian kakak-kakak sekolah minggu. Dimana senin-sabtu mungkin mereka memiliki masalah, beban dan tekanan yang tidak bisa ia ceritakan kepada siapa-siapa entah itu omelan dari guru, tugas-tugas yang menumpuk, omelan dari mama papa yang membuat anak-anak capek.  Dan saat hari minggu banyak dari anak-anak yang menanti-nantikan sekolah minggu untuk meluapkan rasa capek dan masalah-masalahnya sehari-hari.

Oke itu hanya pembukaan saja hahahah panjang ya, no.. i just want to share about last Sunday, dimana seluruh kakak-kakak pembina STAR (Saya Tentara Surga) adalah nama dari sekolah minggu di gereja saya, yak pada hari minggu lalu tanggal 14 September kami ada gathering pembina acara gathering biasanya sih hanya fellowship nyanyi dan main games tapi kali ini dibuat berbeda kami semua diajak menonton sebuah film.

Saya sempat bertanya sama leader saya, “Kak hari ini kita nonton apa sih?” karena katanya durasi film yang cukup lama hampir 3 jam. O...ow. haha. Dijawablah dengan Kak Rina, “Ada deh, nonton film India.”
Ohh saya cuma mengangguk mengerti.

Setelah makan lontong sayur nikmat pagi itu kami pun bergegas duduk manis karena acara nonton bersama akan dimulai, pagi itu ruang doa Getsemani di isi dengan kakak-kakak kurang lebih 40 orang ditambah lagi dengan para musisi. Ketika film diputar benar banyak kakak-kakak yang kaget karena kami beneran nonton film india, hahaha. Ada kakak-kakak yang anti dengan film India tapi ia berusaha untuk taat sehingga mengikuti film sampai habis.

Film itu berjudul Taaree Zameen Par – Every Child is Special – Aamir Khan Production.


Ya, film yang menyentuh dan menegur saya banyak hal yang dapat diambil, cerita dari film ini adalah seorang anak bernama Ishaan yang kurang dalam kemampuan menghitung dan menulis namun dibalik itu ia memiliki bakat yang luar biasa ia bisa menuangkan imajinasinya lewat sebuah lukisan indah, sayang ayahnya hanya menuntut anak ini untuk menjadi pribadi yang dapat “bersaing” sehingga ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang sangat pintar dalam menghafal, menghitung dan menulis, Yohan selalu menadapatkan juara kelas di sekolahnya.
Kata hujantan, hinaan keluar dari teman-teman Ishaan bahkan dari mulut ayahnya sendiri, “bodoh, idiot, pemalas, nakal, dsb.” Kehabisan akal kedua orangtuanya berniat untuk memindahkan Ishaan ke asrama tengah semester ini karena guru di sekolahnya saat ini mengatakan Ishaan akan tinggal kelas lagi karena tidak ada perubahan dalam dirinya.

Dengan berat hati Ishaan dipindahkan ke asrama, di sana ia juga tidak mengalami perubahan karena cara mengajar guru yang otoriter dan membuat Ishaan semakin takut dan tidak bisa menggali potensi yang ada dalam dirinya, ia jadi taut bergaul hanya menunduk ke bawah, sempat ia seperti anak depresi yang ingin bunuh diri, jauh  dari keluarga dan merasa sendiri, sedih dan tertolak. 

Sampai satu ketika ada seorang guru pengganti mata pelajaran keseniaan, bernama Nikumbhcara mengajarnya yang seru, hati yang ramah dan dekat dengan anak-anak membuat anak-anak nyaman berada dalam kelas itu. Namun tidak dengan Ishaan ia terus merunduk ke bawah tanpa menghiraukan kehadiran “malaikat” baru di dalam kelas itu, sampai akhirnya Nikumbh terdorong untuk mencari tahu apa yang membuat Ishaan depresi seperti ini, takut dengan kehadiran orang lain. Ia berusaha mencari kelemahan-kelemahan Ishaan segala cara ia lakukan bertemu dengan keluarga Ishaan dsb.

Singkat cerita, ia memberikan waktu lebih kepada Ishaan untuk mengajarnya menulis dan membaca, disamping mengajar di sekolah itu Nikumbh juga memiliki yayasan anak-anak berkebutuhan khusus jadi ia paham sekali bagaimana harus memperlakukan anak-anak special ini. Sampai satu ketika Nikumbh membuat satu lomba melukis yang cukup besar dan melibatkan para guru. Disitu terlihat dimana guru-guru yang otoriter yang jago dalam bidang mereka masing-masing itu kesulitan untuk melukis indah, ya... tapi Ishaan yang dianggap “idiot dan bodoh” oleh guru-guru hebat itu ia bisa memenangkan lomba besar itu!!! Hasil lukisannya dijadikan cover buku tahunan dalam sekolah itu, bahkan ia mengalahkan gurunya yaitu Nikumbh  ketika liburan sekolah, kedua orangtuanya Ishaan menjemput dan betapa terkejutnya mereka bahwa buku tahunan yang dipegang oleh seluruh orangtua hari itu adalah karya anaknya, lukisan indah penuh makna, dan yang lebih mengejutkan adalah ketika mengambil raport nilainya bagus dan membanggakan. 


Tidak selamanya anak-anak yang membutuhkan perlakuaan khusus itu adalah nakal dan tidak bisa diatur. Disitu saya tertegur bagaimana cara saya mengajar anak-anak selama ini? Masihkah saya memilih siapa anak-anak yang saya “sayangi”? siapa anak2 yang saya “jauhi”? Bagaimana saya mengasihi setiap anak-anak yang Tuhan titipkan kepada saya? Bagaimana saya bisa menjadi ibu sekaligus kakak bagi mereka?

Ya, saya menangis ketika film itu diputar, betapa jauhnya saya untuk disebut sebagai “guru yang baik.” Ada satu pertanyaan yang membuat saya semakin remuk hati “Apakah kehadiran kakak di STAR membawa sukacita bagi anak-anak? Ataukah membawa ketakutan dan bencana bagi mereka?”

Mereka adalah permata-permata Sorga, mereka adalah bintang-bintang yang bersinar dikemudian hari, dan disini kita sebagai guru baik itu di sekolah minggu ataupun di sekolah sekuler membantu mengasah mereka menjadi emas-emas pada jamannya nanti.

Ya, ini segelintir berkat yang saya dapatkan minggu ini, saya bersyukur mendapat kesempatan mengajar mereka (calon penyanyi, calon dokter, calon polisi, calon gubernur, calon pengusaha, calon pendeta, dsb)  itu adalah mimpi-mimpi yang mereka sebutkan di awal tahun, ya saya percaya mereka akan mencapai mimpi-mimpi mereka.

Kakak, saudara/i, om, tante! Jangan pernah mempertanyakan “apa yang saya dapat kalau saya melakukan ini, melakukan itu?” tapi percayalah semua yang kita lakukan selama itu kepentingan Surga semua akan diperhitungkan.

Be blessed! Jesus loves you!!


ALL THINGS ARE POSSIBLE

“Saya tidak mungkin bisa!”, “Hebat dia bisa melakukan ini dan itu.”, “Multitalent sekali orang itu, tidak seperti saya.” Akan banyak sekali alasan-alasan yang sepertinya “tepat” untuk kita mengasihani diri, tapi sebenarnya kita sendiri bisa melakukan hal yang sama bahkan lebih dari orang-orang tersebut asal kita punya keyakinan pada diri sendiri dan meminta kepada Tuhan untuk memampukan kita.

Hal yang sangat menyedihkan adalah mereka-mereka yang mengeluh akan hidupnya itu biasanya mereka yang memiliki hidup di atas rata-rata, memiliki organ tubuh yang sempurna. Hati saya tersentuh ketika mendengar kesaksian-kesaksian dari orang-orang hebat yang dipakai Tuhan untuk memberkati banyak anak muda di seluruh dunia.

Keterbatasan fisik tidak menjadi alasan Aaron Fotheringham untuk membuat prestasi. Remaja berusia 18 tahun yang harus menggunakan kursi roda karena mengalami kelumpuhan sejak bayi itu baru saja menciptakan sejarah. Dia menjadi manusia pertama di dunia yang melakukan double back flip di atas kursi roda. Double back flip merupakan putaran ganda ke belakang di udara setelah meluncur dari landasan lengkung. Aksi pemecahan rekor itu tercapai setelah berbulan bulan latihan dan merasakan sakit berkali-kali karena terjatuh. Satu kursi rodanya pun hancur saat melatih aksi luar biasa tersebut. Setelah kerja keras berbulan bulan, dia berhasil melakukan double back flip, “Saya merasa sangat bahagia karena akhirnya dapat melakukan itu,” ujar Aaron yang memiliki nama julukan Wheelz.

Sejak kecil ia sudah melakukan atraksi dengan kursi roda nya ini, dan ia selalu menolak jika ia disebut sebagai “anak cacat”, karena dia berusaha untuk mencintai kursi roda tempat ia menghabiskan hari-harinya di atas sana. Ibunyalah, Kayleen (51) yang selama ini selalu memberikan dukungan kepadanya hingga dia selalu percaya diri, meskipun kedua kakinya lumpuh. Kayleen selalu mendidik agar Aaron dapat hidup mandiri. Bahkan sejak bayi dan anak-anak, dia diajarkan untuk selalu melakukan semuanya sendiri. Sejak kecil dia belajar berguling, duduk, dan merangkak dengan penuh semangat. Dia menyadari,semua yang dilakukannya akan menjadi bekal hidupnya nanti. Saat dia mendapatkan alat bantu untuk berjalan, dia sangat gembira dan langsung belajar berlari dengan alat tersebut. Kerja kerasnya itu membuahkan hasil, dia mendapat kesempatan melakukan tur keliling Amerika dan negara-negara lain. Sosoknya pun sering muncul dalam berbagai majalah, surat kabar, atau pun televisi sport. Selain itu, dia semakin sibuk membalas dan menerima surat elektronik dari teman-temannya dari penjuru dunia karena ia tahu inilah saatnya untuk menjadi dampak bagi anak-anak muda di dunia.
Kisah lain lagi dari seorang laki-laki tampan yang lahir dengan sangat tidak sempurna jika dilihat dari kacamata dunia, tapi ia sangat berharga dan sempurna di mata Tuhan. Ya, motivator terkenal Nick Vujicic adalah seorang pria asal Australia yang mempunyai kondisi tubuh cacat. Dia tidak mempunyai kedua tangan dan kaki yang utuh. Kaki sebelah kirinya pendek sekali, nyaris hanya dari mata kaki sampai telapak kaki. Ia melewati masa-masa sukarnya, ketika teman-teman sebayanya bermain dengan kondisi tubuh yang utuh ia harus berjuang untuk menahan rasa malu, minder dan tak berdaya. Tapi, ia tidak mau terus mengasihani diri, sempat ia marah dan protes pada Tuhan tapi tidak dibiarkan pikirannya ditawan oleh iblis terlalu lama, di usia yang ke 26 tahun Nick berani memainkan sepak bola, golf, berenang, dan surfing, meskipun tidak memiliki anggota badan. Nick memiliki kaki kecil di pinggul kirinya yang membantu dia menyeimbangkan dan memungkinkan dia untuk menendang. Dia menggunakan satu kaki untuk mengetik, menulis dengan pena dan mengambil hal-hal antara jari-jari kakinya. Nick memiliki kerinduan untuk menikah saat ia beranjak dewasa, Tuhan tidak tinggal diam dikirimlah wanita yang dapat melengkapi hidupnya dan menerima Nick dengan luar biasa, akhirnya 12 Februari 2012 ia menikah, harapannya itu menjadi kenyataan bahwa ia bisa memiliki rumah tangga seperti orang-orang normal lainnya. Dan saat ini Nick Vujicic tercatat sebagai salah satu motivator dunia yang dapat menginspirasi banyak orang-orang lewat kesaksian hidupnya. Mereka sadar dan tahu bahwa mereka terlahir dan diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, 
"We were created in God's image. God makes no mistake."
Lalu, bagaimana dengan kita? Khususnya anak-anak muda yang mungkin saat ini sedang tidak ada pengharapan, tidak ada gairah atau saat ini anda sedang ada di “area musuh”, “terjerat masa lalu” atau sebagainya? Iblis akan gunakan segala cara untuk menghancurkan dan membinasakan anak-anak muda. Sesungguhnya Tuhan sudah mempunyai rencana indah dalam kehidupan kita masing-masing, seperti ada tertulis di dalam Amsal 23:18 “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Kalau mereka-mereka yang lahir dengan kondisi yang tidak sempurna saja bisa berjuang untuk menjadi berkat bagi bangsa, mengapa kita tidak berjuang? Teruslah memiliki pengharapan di dalam Tuhan dan tidak mengasihani diri sendiri.

Sebagai ayat penutup yang memberikan kekuatan bagi kaki-kaki yang lemah, bagi hati yang sudah mulai jenuh, dan jiwa yang membutuhkan semangat, Filipi 4: 13 "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku." Karena anda dan saya tidak pernah berjalan sendiri, Dia akan menuntun dan memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat!


Jumat, 07 Februari 2014

STILL. I LOVE YOU.

#Timefliessofast 

Ya, itu yang saya rasakan saat ini. Waktu berlari begitu cepat, hari demi hari bergulir tanpa terasa kita sudah ada di tahun yang baru di bulan yang penuh kasih ini. 

Mungkin bagi sebagian orang yang mengikuti ajang-ajang kecantikan setiap tahunnya sedang heboh dengan ajang yang baru saja mulai karantina dalam minggu ini yaitu Miss Indonesia 2014. Haah! cepat sekali, tidak terasa tahun lalu tepat tanggal 9 Februari 2013 yaitu malam sincia, saya tidak bersama dengan keluarga saya (Mama, Papa, Nenek, dan Adik) karena Tuhan membawa saya ke dalam ajang Miss Indonesia 2013 untuk mewakili provinsi saya yaitu Banten. 

Awalnya, ketika ada audisi itu pada bulan November 2013, saya ragu untuk ikut karena saya berpikir sudahlah nanti saja kalau sudah siap kira-kira dua tahun lagi, ya tahun 2014 tunggu saya menguasai segalanya. Tapi, oleh karena dukungan dari kedua orangtua akhirnya saya mengikuti audisi ajang tersebut. Singkat cerita, saya terpilih menjadi wakil dari provinsi Banten, satu kebanggan bagi saya tentunya namun ada sedih yang melanda juga kala itu. Karena karantina dua minggu dan HP semua disita, selain itu saya juga tidak bisa ikut merayakan sincia bersama dengan keluarga saya. 

Awalnya saya bertanya pada Tuhan, kenapa harus tahun 2013 ketika mungkin persiapan saya belum matang sekali, coba kalau tahun-tahun berikutnya mungkin akan lebih baik. Itu adalah umpatan saya dalam hati. 

Dan, ternyata Tuhan menjawab itu pada tanggal 6 Desember 2013. Ketika, nenek saya dipanggil pulang oleh Bapa di Surga. Saat itu kami sedang ibadah penghiburan di rumah duka Heaven, yang bertugas malam itu untuk membawakan sharing Firman Tuhan adalah pengurus GBI Trikora. 

"Tante Ungi selalu semangat dalam melayani Tuhan, Sari (panggilan saya) adalah cucu yang amat disayangi oleh alm. tante Ungi, Ia sangat bangga ketika cucu kesayangannya masuk televisi mengikuti sebuah kontes kecatikan. Berulang kali ia menelepon kami (teman-teman gerejanya) untuk meminta dukungan bagi cucunya." 

Ia tidak pernah mengungkapkan perasaan bangganya, ia memang mengatakan saya hebat ketika saya bisa masuk ke dalam 33 besar kontes itu, tapi saya tidak pernah menyangka langkah awal yang saya ambil itu menjadi sebuah kesempatan untuk saya membuatnya bangga untuk terakhir kalinya. 


Saya bukan anak yang suka berkompetisi, semasa saya duduk di bangku sekolah saya tidak pernah tertarik untuk ikut lomba apapun selain Basket. Bisa dikatakan saya mungkin tidak seperti anak-anak lain yang selalu pulang membawa piala penghargaan dari berbagai lomba. Saya tidak. 

Bayangkan, jika saya menolak untuk ikut audisi Miss Indonesia pada tahun 2012 itu dan menunda sampai tahun 2014? Nenek saya, tidak akan bisa merasa bangga dengan cucunya, karena ia sudah lebih dulu dipanggil pulang. 

Saya menjadi wakil Banten di ajang bergengsi ini adalah karena anugerah, dan.. yang ingin saya bagikan adalah apapun yang saat ini bisa anda lakukan mungkin anda sendiri tidak yakin dengan langkah ini, percayalah bahwa Tuhan tahu waktu yang tepat untuk anda menjadi kebanggaan bagi orang-orang yang anda cintai dan bagi mereka yang juga mengasihi anda. Jangan lewatkan kesempatan-kesempatan berharga yang sudah Tuhan berikan. Nyalakan Antena kepekaanmu, Kawan. 

Waktu yang singkat bagi nenek saya dan saya pribadi, saya mengikuti ajang MI 2013 pada bulan Februari dan ketika itu nenek saya masih sehat, tetapi selang beberapa bulan nenek saya mulai melemah tepatnya pada bulan Juni, sejak saat itulah ia tidak lagi kuat seperti sedia kala sampai akhirnya Tuhan menjemputnya untuk kembali kepada kehidupan yang kekal di Sorga sana. 

Tuhan Yesus Memberkati :) 

MY ROLE MODEL

Tertegun ketika siang ini melihat kalender adalah tanggal 6 Februari 2014. Bulan baru di tahun yang baru, ya! tapi bukan itu yang membuat saya terdiam sejenak, tapi tanggal hari ini adalah tanggal ENAM. 

Ijinkan saya membawa kalian semua ke dalam masa lalu saya, saya bersyukur dapat lahir dikeluarga yang terbilang kecil (dalam hal jumlah) karena hanya lima orang saja di dalamnya. Tapi, saya diberikan anugerah untuk menjalani hidup saya selama 21 tahun bersama dengan seorang wanita-wanita yang luar biasa. Tapi, kali ini saya hanya ingin menceritakan seorang wanita hebat, wanita yang menyerahkan hidup sepenuhnya ke dalam tangan yang Kuasa. Saya teringat masa kecil saya selalu diisi dengan canda-tawanya, kebaikannya, dia merupakan wanita yang saya cintai bahkan sebelum saya mencintai Ibu saya. Jadi, ibu saya urutan kedua kira-kira begitu. *Peace,Ma* No, mereka berdua ada di posisi yang sama kok di hati saya :) 
Saya melihat kesetiaannya dalam menjaga saya sewaktu saya kecil, menuntun saya ketika kaki ini belum mampu untuk berjalan sendiri, menyuapi saya ketika tangan saya belum kuat untuk memegang sendok sendiri, mengajari saya berdoa ketika saya belum tahu cara yang benar untuk berdoa, menyebut nama saya setiap ia berdoa, mengantar saya ke sekolah dengan naik berkali-kali angkutan umum kala itu, membuatkan sarapan pagi untuk saya dengan menu-menu yang saya sukai, membela saya apapun keadaannya, selalu melayani teman-teman saya yang datang ke rumah, dan banyak lagi! 

Cinta dengan Tuhan tidak pandang jarak. Mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan gigihnya wanita ini, dengan usia yang tidak lagi muda, ia masih berjuang dan antusias untuk terus melayani Tuhan meskipun jarak terbentang di depan mata. Dulu kami tinggal di Dadap dekat Bandara, karena kami sekeluarga sudah memutuskan untuk pindah gereja yang lebih dekat maka kami tidak lagi bergereja di GBI Trikora, tapi wanita ini terus dan kekeh untuk stay di sana sampai akhir hayatnya. Untuk menempuh perjalanan dari rumah kami ke GBI Trikora dibutuhkan waktu seperti ini kira-kira, harus berjalan kaki dulu sampai ke depan perumahan yang kira-kira mamakan waktu 20 menit, dan naik angkutan umum BOGA sampai ke rawabokor harus lanjut lagi dengan KOPAJA 98, dan selanjutnya harus naik angkutan umum lainnya sampai ia benar-benar turun di depan gang kecil gereja itu. Bayangkan setiap minggu ia harus menempuh jalan seperti itu. Disuruh naik taksi ia tidak pernah mau, dulu keluarga kami belum mampu untuk mempunyai supir jadi ya apa daya kami hanya berusaha untuk melarangnya terus bergereja di sana. Tapi kami selalu GAGAL. Pendiriannya kuat. 

Umurnya pun semakin bertambah. Tapi kedekatannya dengan Bapa di Sorga pun ikut bertambah sehingga begitu banyak kemustahilan yang ia rasakan, bahkan saya sendiri pun takjub. Pertama, sempat di vonis dokter bahwa ia punya serangan jantung tapi lambat laun dengan imannya bahwa ia akan sembuh dan terjadi! Selanjutnya berkali-kali ia terkena STRUK yang mengharuskan ia menggunakan tongkat untuk tumpuan berjalan, obat-obatan yang begitu banyak. Dan, ketika itu ia memiliki iman yang mungkin kami belum bisa lihat pada waktu itu. Kesenangannya adalah bangun pagi-pagi untuk berdoa dan beres-beres rumah, dan ketika pagi itu ia bangun dan mendengarkan radio heartline, seorang pendeta mengajak para pendengar untuk mengambil minyak sayur dan usapkan dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan akan menjamah. Pagi itu ia membuang tongkatnya dan seluruh obat-obatannya. DAN…. Ia yang sudah tak mampu berjalan selincah dulu kembali di tengah-tengah kami dengan kaki yang baru, kaki yang kuat kembali. 

Jika ingin diceritakan tidak cukup waktu. Sampai Tuhan mengijinkan penyakit Tiroid mengambil hidupnya, tapi.. saya percaya Tuhan sudah melihat perjalanan dan kesetiannya, sehingga tidak lama proses kepergiannya. Ketika itu sudah mulai terlihat sebuah jendolan dilehernya, dokter tidak menyuruh kami untuk operasi. Tapi, semakin lama itu semakinmenggangu, sampai akhirnya kami memutuskan untuk dioperasi setelah itu dokter baru memberitahu kami bahwa hasilnya adalah jendolan itu Kanker stadium 4. Oh, perjalanan panjang selama beberapa bulan itu, saya melihat ia berjuang demi kesembuhannya. Saya menemani dia, berapa kali tengah malam ia membangunkan saya untuk kami berdoa bersama. Karena, kanker ini sudah tingkat akhir maka dokter memberi solusi untuk kami menjalani laser agar sel-sel kankernya tidak menyebar. Singkat cerita kondisi semakin drop dengan dilaser. Detik-detik dimana ia tidak sanggup lagi untuk bernafas dengan organ yang ia miliki, ia berjuang bersama dengan  tabung oksigen. 

Kondisinya semakin lemah. Tapi, rohnya terus menyala, ditengah kesesakannya ia menyanyikan sebuah lagu "Kumau Cinta Yesus Selamanya." 

Tanggal 8 Desember seharusnya hari itu adalah hari natal bersama yang akan dilayani oleh jemaat GBI TRIKORA, ibu saya sengaja mengadakan natal tersebut di rumah karena melihat kondisi wanita kesayangan kami sudah semakin melemah. 

Tapi, rencana Tuhan beda. Tanggal 4 Desember jam 11 malam saya masuk ke kamar, dan tiba-tiba saya bertanya… "Mak, jika Tuhan datang saat ini, emak uda siap belum?" dengan mantap ia menjawab, "Sudah ce." 

Setelah itu saya mengajaknya untuk tidur karena hari sudah larut malam. 

Tanggal 6 Desember 2013, seharusnya saya diajak oleh teman laki-laki saya semacam"ngedate" gitu ya, dan oleh karena satu dan lain hal batal itu pada pagi harinya. Dengan menggunakan taxi saya pulang kerja magang sore itu, di taxi saya mendapat kabar bahwa wanita yang saya kasihi itu sudah tidak ada. Bayangkan betapa kecewanya saya dan air mata tidak bisa saya bendung lagi. Sore itu jakarta hujan dan macet di depan mall puri indah. 

Saya tidak dapat kabar dari mama papa atau orang rumah saya, saya dapat kabar dari akun twitter salah seorang teman saya. Saya langsung telepon mama saya, dan mama saya sudah tidak kuat berbicara, dia blg "Kamu tenang Ce, Emak baik-baik saja.", Saya minta mama saya untuk berikan teleponnya kepada Nenek saya, dan saya teriak sekencang-kencangnya "Mak, TUNGGU CC! CC DATANG SEBENTAR LAGI." 

SAya memohon supir taxi untuk pacu kecepatannya di dalam tol, saya nangis tidak berhenti saya berdoa saya minta berikan waktu sedetik saja untuk saya dapat menghantar kepergiannya. 

Dan, sampailah saya di rumah jam 8.30 kira-kira. Ternyata Tuhan mendengar doa saya, ia masih bernafas dan membuka mata ketika saya datang memeluknya. Orang-orang berdatangan ingin melihat kondisinya, semua orang mengasihinya karena kesetiaannya, kebaikananya, ketulusannya semasa hidupnya. Ia masih belum menghembuskan nafas terakirnya karena Gembala Sidang di GBI Trikora belum hadir, Ayah saya pun belum hadir. Ketika Ayah saya sampai, ia tidak lagi membuka mata tapi ia menggerakan kakinya sebagai tanda bahwa ia bahagia, ia sudah sembuh, ia sudah sehat di kehidupan kekal yang sebentar akan ia jalani. 

Sudah terkumpul di rumah saya semua anak cucu menantunya, begitu ramai. Kami terus berdoa dan menyembah, sampai lagu terakhir kami nyanyikan yaitu "Ku di TanganMu, ku di hatiMu, di pikiranMu, di rencanaMu tak pernah ku sendiri…"  Ia batuk tiga kali, dan nafas terakhir dihembuskan……. 

Diusianya yang ke 79 Tahun, pada tanggal 6 Desember 2013 ia wanita yang hebat adalah Nenek yang begitu saya kasihi, yang menjadi idola dalam hidup saya. Telah pulang ke rumah Bapa di Sorga…. 

Raga mu tak lagi ada di tengah-tengah kami, Mak. Tapi, kasih, kesetiaan, canda tawamu masih ada di tengah-tengah kami sampai detik ini. Kami mencintaimu. 
<3 


ILOVEYOU
ILOVEYOU

Minggu, 03 Maret 2013

SELANGKAH MAJU


Menang dan kalah adalah menjadi satu keadaan yang menegangkan saat kita berkompetisi, betul? Ya, itu yang saya rasakan ketika bergabung di ajang Miss Indonesia 2013.

Bukan satu kebetulan saya berada di dalam keluarga ke-9 Miss Indonesia 2013, saya percaya itu semua atas seijin Tuhan dalam kehidupan saya, agar apa? Jawabannya akan saya beritahu di akhir notes ini ya :p

Berawal dari sebuah mimpi anak ingusan karena dulu saya masih berusia cukup muda (dibanding sekarang) :p 
Saya ingin sekali merasakan rasanya tinggal di karantina, tanpa HP, dan banyak pembekalan di dalamnya.
Hanya berawal dari catatan kecil yang pernah saya tulis, namun ternyata dibalik kalimat itu memiliki power yang kuat dan Tuhan mendengar, di saat saya berusia 20 tahun Tuhan menuntun saya kepada kemustahilan demi kemustahilan yang semuanya itu menjadi nyata dalam hidup saya. 

Terbesit dalam benak saya, "saya sudah berumur 20 tahun, apa yang bisa saya berikan bagi bangsa saya atau bahkan bagi provinsi dimana saya ditempatkan ya?"

Pada bulan November 2012, AUDISI MISS INDONESIA 2013 telah dibuka. Ditawarkan oleh seorang teman, yang juga selalu mendukung saya, ia sampai memberikan form secara online kepada saya, namun saya belum berani melangkah, karena apa? Karena saya takut GAGAL. Saya rasa itu hal yang lumrah jika kita takut gagal, yang terpenting adalah bagaimana kita mengatasi ketakutan kita itu dengan memberikan tantangan kepada diri kita sendiri, right?

Grand Final Miss Indoensia 2013 on Wednesday, 20th Feb. 
Seiring berjalannya waktu sampailah tanggal 15 november, audisi pertama di kota Jakarta di gedung RCTI, saya tidak bisa ikut karena saya harus ke Bandung, alasan terkuatnya adalah karena saya masih ragu untuk mengikuti ajang tersebut.
Kemudian mendapat informasi kalau audisi di Jakarta diadakan 2 hari, it means sampai 16 November, saya masih beralasan untuk tidak mengikutinya karena "itu hari jumat dan saya ada perkuliahan sampai sore." dan .. tapi ternyata hari itu adalah harpitnas sobat. 2 mata kuliah hari itu ditiadakan, karena 1 dosen menganggap UMN kampus saya mengikuti hari kejepit nasional dan dosen saya yang satu lagi berhalangan hadir karena ibunya masuk rumah sakit dan memerlukan beliau untuk menjaganya,

Dengan persiapan yang terburu-buru jam 3 sore saya berangkat dari rumah, karena para juri hanya menunggu sampai jam 4.30 sore.
saya sampai sana jam 4 sore, dan .. dari sini berawal ...

Setelah sampai di gedung RCTI saya ditimbang dan diukur tingginya, saya memiliki berat badan 60kg dan tinggi hanya 173cm. kemudian, saya tidak tahu bahwa ad atest tertulis yang berisikan kurang lebih 50 soal, mengenai geografi, sejarah dan pengetahuan umum, setelah lolos dari tes tertulis yang dinilai saat itu juga, saya dibawa naik ke lantai dua untuk interview dengan para juri yang luar biasa. Ternyata saya kandidat terakhir loh :p , setelah interview saya dibawa ke holding room, dimana di sana ada 3 kandidat lainnya yang akan dimumkan siapa saja yang akan lolos ke sesi berikutnya yaitu sesi foto dan video. dan, nomer yang terpilih adalah 
J6-083, DAN ITU SAYAAAAA!!!!!
Okeh, akirnya saya naik lagi ke lantai 2 untuk video catwalk dan foto. Dan, akhirnya ...... saya menunggu hasilnyaaa selama beberapa minggu, sampai tanggal 6 desember kalau tidak salah saya dikabari terpilih menjadi finalis miss Indonesia 2013 mewakili Prov Bangka Belitung!!!!

Namun, ada keinginan hati untuk mewakili Banten atau Jakarta, dan  saya hanya bisa berdoa karena semua keputusan ada di tangan panitia, i called it the power of prayer.
Dan, tidak lama dari itu saya mendapat telepon dari panitia.
"Halo meydi, saya dengan mba N.. Meydi domisili di Banten ya? Kamu jadi mewakili Banten ya."

OH JESUS You're awesome. Saya tidak berbicara kepada siapapun apa kerinduan saya apalagi kepada panitia, saya hanya berteriak dan bergantung kepada Tuhan, and He makes it happend in His time.

Setelah itu saya mempersiapkan bakat saya untuk dikarantina, yaitu Piano.
saya memperdalam lagi bahasa saya. Namun, 1 yang pasti saya ikut ajang ini bukan untuk merebut mahkota dunia, tapi saya mau bagaimana selama masa karantina hidup saya bisa berdampak, dan saya percaya Tuhan tidak mau membawa saya terbang tinggi tanpa proses yang panjang, karena Dia Bapa yang tahu semua kebutuhan kita. So do i am.

Tibalah waktu karantina tanggal 9 Februari, saya berkomitmen pada diri saya sendiri, saya menggantungkan masa muda bahkan hidup saya sepenuhnya ke dalam tangan-Nya.
tidak ada rasa kompetisi yang kuat dalam diri saya, karena saya bsa masuk 33 besar dan mewakili Banten itu sudah menjadi kemenangan bagi saya bisa mewakili kurang lebih 6juta wanita di Banten untuk mengikuti ajang tersebut.

selama 12 hari saya dibimbing dan begitu banyak pengalaman berharga yang lebih mahal dari apapun juga, saya bertemu dengan 32 wanita cantik dari seluruh provinsi di Indonesia dengan berbagai macam latar belakang, mereka semua hebat! mereka semua pemenang, Mereka wanita-wanita yang berhasil menjadi inspirasi bagi generasi mereka. Ya, KAMI.... Kami berdiri bagi provinsi kami masing-masing. Menjadi Duta bagi provinsi kami. Meskipun, saat malam final saya tidak masuk 10 besar atau bahkan tidak mendapatkan mahkota cantik itu, tapi... saya tidak sedih, karena saya mendapatkan ssuatu yang lebih mahal dari mahkota tersebut, KELUARGA MI9! Saya dapat berjalan di atas panggung yang megah di HALL D Kemayoran rabu lalu, itu sebuah anugerah dan pengalaman yang berharga buat saya!!!!!!!! "MAHKOTA ADALAH BONUSm karena kami semua adalah pemenang!!!!!!" berulang kali para Chapperons menyuarakan hal tersebut untuk memotivasi kami supaya kami tidak berfokus pada kemenangan itu.

Terimakasih untuk Mak Ichie (Ritchie Kotambunan) yang selalu memberikan pengarahan, juga kepada Chapperons2 (Ibu Tiri Ivonne, Umi Javiar, Bude Fian, Kak Imran, Bunda Bayu, Kak Cibotzzz bebi, Kak Tongky unyuu, Kak Ichadd tampan) yang luar biasa juga. Terimakasih Kakak-kakak dan adik-adik keluarga ke-9 Miss Indonesia 2013.
Saya beruntung menjadi bagian ditengah-tengah kalian semua.

SELAMAT kepada wanita cantik yang masih muda dan multitalent, Vania Larissa yang berhasil mendapatkan mahkota cantik itu, selamat bertugas Adik, Masa muda kamu akan menjadi berkat bagi keluargamu, komunitasmu, provinsimu, Indonesia bahkan seluruh Duia melihat terangmu bercahaya!!! 

Yang Tuhan inginkan dalam hidup saya adalah bukan kemenangan, tapi proses mencapai kemenangan tersebut bagaimana saya bisa menyalakan terangNya, kami ke 32 finalis yang lainnya tidak merasa kecewa karena tidak berhasil keluar menjadi Miss Indonesia, tapi kami bangga saat kami mendapatkan selempang bertuliskan provinsi kami masing-masing, Miss Indonesia Banten, yang artinya kami adalah pemenang dari provinsi kami masing-masing.

Ya, kamu wanita muda Indonesia, jangan pernah berpikir kekalahan sebelum kamu maju berperang. Tuhan punya cara untuk mengangkatmu tinggi. Apakah saya pernah berpikir bisa lolo menjadi finalis Miss Indonesia? Tentu tidak, saya hanya seorang mahasiswi biasa mungkin sama seperti kamu yang sedang membaca tulisan ini, tapi Jika Tuhan berkata "Ya, kamu maju dan tunjukkan sinar terangmu." siapa yang dapat menghalangi??

Mulai tulis apa yang menjadi mimpimu, meskipun terlihat aneh dan menjijikan *mungkin* tapi percayalah ada kuasa dibalik tulisanmu dan Tuhan punya caranya sendiri untuk mewujudkannya.

Percayalah saya hanya mahasiswi fakultas komunikasi yang memberenikan diri untuk melakukan terobosan bagi diri saya dan juga Indonesia dengan segala keterbatasan saya, saya tidak memiliki prestasi yang menonjols eperti finalis lainnya mungkin, tapi saya memiliki tekad untuk menggali potensi saya lebih dalam lagi dan memperbesar kapasitas diri saya.

Jadi, sudah siapkah kamu memberikan kontribusi yang lebih bagi kampusmu? kotamu? provinsimu? Indonesia? Siapkan dirimu untuk meloncat lebih tinggi! Masa muda mu hanya satu kali, jangan sia-siakan kesempatan yang ada.

Tuhan Yesus Memberkati. 
Be Blessed! 
<3